Usaha Mikro Kecil Menengah

  • Berani
  • Okt 01, 2021
Usaha Mikro Kecil Menengah

Sampai sekarang masih banyak orang yang belum mengetahui apa perbedaan antara usaha mikro kecil menengah. Padahal usaha mikro, kecil, menengah, dan besar sebenarnya bagian terpenting dalam perekonomian bangsa.

Bahkan berdasarkan data dari menteri Keuangan Republik Indonesia menunjukkan bahwa usaha kecil, mikro, dan menengah telah menyerap 97% tenaga kerja di bidang usaha. Bahkan kontribusi UMKM juga mencapai 6 1,1% terhadap produk domestik bruto Indonesia.  Oleh sebab itu tidak baik jika Anda menganggap remeh kehadiran UMKM dan wajib mengetahui seluk beluk di dalamnya.

Besaran Modal Awal

Perbedaan utama yang termasuk dalam kriteria ini adalah pada bagian modal. Apalagi untuk perbedaan ini juga telah diatur oleh peraturan pemerintah agar mempermudah proses pembuatan perizinan usaha.

Untuk usaha mikro sendiri modal usaha paling besar mencapai Rp 1 miliar di mana hal tersebut tidak termasuk bagian tanah dan bangunan tempat usaha. Sedangkan untuk usaha kecil maka kisaran modalnya mencapai Rp 1 miliar sampai Rp 5 miliar paling besar.

Sedangkan usaha kecil modal awalnya lebih dari Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar. Jadi apabila usaha Anda memiliki modal yang jauh lebih besar dari pada yang tertera dari informasi tersebut maka termasuk dalam golongan usaha besar.

Omset Yang Didapatkan

Omset merupakan pendapatan yang dihasilkan dari penjualan bisnis baik dalam harian, bulanan, sampai tahunan. Apabila Anda ingin mendapatkan pendapatan yang besar maka bisa mencari tahu mengenai cara mendaftar UKM go online.

Apalagi omset ini memberikan pengaruh terhadap besar atau tidaknya usaha. Bahkan berdasarkan omset ini pemilik usaha bisa memantau seberapa besar perkembangan bisnisnya. Tentunya untuk usaha mikro, kecil, dan menengah memiliki perbedaan mengenai omset yang didapatkan.

Untuk usaha mikro maka omzet penjualan per tahunnya mencapai Rp 2 miliar. Sedangkan usaha kecil memiliki omset penjualan per tahun itu lebih dari Rp 2 miliar hingga Rp 15 miliar. Sedangkan untuk usaha menengah biasanya keuntungan per tahunnya mencapai lebih dari Rp 15 miliar sampai Rp 50 miliar.

Jumlah Karyawan Yang Dipekerjakan

Sudah pasti perbedaan lainnya pada usaha ini terlihat dari jumlah karyawan yang dimiliki. Untuk usaha mikro maka jumlah karyawannya sedikit karena bisa 1 hingga 4 orang saja.

Untuk usaha kecil maka karyawannya lebih lumayan banyak karena mencapai 5 hingga 19 orang. Sedangkan untuk menengah maka jumlah karyawannya juga sudah banyak karena mencapai 20 hingga 99 orang.

Oleh sebab itu inilah beberapa pembeda mengenai usaha mikro kecil menengah, sehingga Anda bisa memperhatikan hal tersebut untuk mengetahui sebuah usaha masuk ke dalam kelompok mana.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *