Perbedaan Usaha Mikro dan Kecil

  • Berani
  • Okt 04, 2021
Perbedaan Usaha Mikro dan Kecil

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2020 mengalami penurunan, menurut data BPS penurunannya hampir mencapai 5% karena akibat pandemi Covid-19. Salah satu yang merasakan dampak tersebut adalah pengusaha mikro dan kecil, namun tidak semua orang mengetahui perbedaan usaha mikro dan kecil? Sering kali kedua usaha ini hanya disebut usaha UMKM.

Untuk membangkitkan kembali perekonomian, pemerintah memberikan bantuan bagi pengusaha UMKM. Tidak tanggung-tanggung nominal yang diberikan adalah 2,4 juta rupiah. Perihal rencana tersebut sangat disambut baik oleh masyarakat, terbukti banyak orang langsung mendaftarkan usaha mereka di Dinas Perindustrian dan Koperasi UMKM agar bisa mengantongi surat tanda memiliki usaha.

Agar kita tidak salah kaprah dalam mencermati bantuan yang disasar oleh pemerintah, ada baiknya jika kita memahami perbedaan usaha mikro dan kecil terlebih dahulu. Persyaratan apa saja yang layak disebut sebagai usaha menengah mikro, agar usaha anda mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Pengertian Usaha Mikro

Usaha mikro masuk dalam kategori UMKM, ada beberapa kriteria yang menjadi indikator bahwa suatu bisnis dikatakan sebagai usaha mikro.

Pengertian usaha mikro adalah bisnis milik perorangan, tidak memiliki badan hukum dan memiliki pendapatan tahunan kurang dari Rp300 juta. Selain itu, juga bisa dilihat dari kekayaan bersih yang dimiliki yaitu di bawah 50 juta rupiah, kekayaan yang dimaksud tidak meliputi tanah dan bangunan yang digunakan untuk tempat usaha.

Peraturan tersebut tertuang dalam Undang-Undang tahun 2008 pasal 6 ayat 1. Jadi bagi anda yang usahanya memiliki pendapatan tahunan seperti yang disebutkan, berarti bisnis anda termasuk usaha mikro.

Arti dari Usaha Kecil

Kembali merujuk pada Undang-Undang tahun 2008, yang mengatur mengenai sistem perdagangan UMKM dan Koperasi masyarakat Indonesia. Usaha kecil adalah usaha yang dijalankan oleh seseorang tanpa badan hukum.

Artinya, usaha kecil adalah bisnis yang berdiri sendiri belum berbentuk badan seperti CV ataupun PT dan tidak berafiliasi dengan perusahaan manapun.

Hal-hal yang menjadikan sebuah bisnis disebut usaha kecil adalah, memiliki penghasilan bersih per tahun harus sekitar Rp300 juta hingga Rp. 2,5 miliar. Kemudian memiliki kekayaan dimulai dari Rp50 juta hingga Rp500 juta, kekayaan tersebut tidak termasuk dengan tanah atau bangunan yang menjadi tempat usaha.

Itulah perbedaan usaha mikro dan kecil agar kita tidak salah lagi dalam mengartikan. Semua peraturan mengenai usaha UMKM sudah diatur dalam Undang-Undang yang berlaku.

Bagi anda yang mendapat bantuan dari pemerintah, gunakan suntikan dana tersebut dengan sebaik mungkin. Salah satunya adalah mengembangkan usaha agar tetap bertahan dalam masa pandemi.

Salah satu upaya yang dapat anda lakukan adalah dengan cara mendaftar UKM go online, dan pasarkan produk anda secara digital agar bisa mendapatkan pembeli dari seluruh penjuru Indonesia

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *