Pada Hari Valentine biasanya banyak dijual cokelat atau kue berbentuk hati. Nah, kini ada sajian baru yang istimewa untuk Hari Valentine, yaitu stroberi berbentuk hati.
Stroberi berbentuk hati yang disebut dengan Seduberries. Seduberries diciptakan oleh Josh Engwerda (22 tahun). Ia adalah mahasiswa di Melbourne University, Australia.
Merekayasa Bentuk
Pada bulan Februari ini, Seduberries siap dipanen di Hillwood Strawberry Farm di Kota Launceston bagian utara, Tasmania, Australia. Panen ini merupakan panen Seduberries pertama di Australia. Seduberries baru akan dijual di Kota Melbourne. Diperkirakan, Seduberries akan laku keras pada perayaan Hari Valentine. Namun, harga Seduberries lebih mahal dibandingkan stroberi biasa. Harga per butirnya adalah 2 sampai 2,5 dollar Australia atau Rp17.400 sampai Rp21.750.
Pada dasarnya, Seduberries adalah stroberi hasil rekayasa bentuk pada masa pertumbuhan buah itu. Ketika buah stroberi masih berukuran kecil, buah tersebut dimasukkan ke dalam cetakan plastik berbentuk hati. Cetakan itu memiliki 6 lubang kecil untuk tangkai buah dan sirkulasi udara. Selain untuk mendapatkan bentuk hati, cetakan plastik itu bisa melindungi stroberi dari hama atau jamur tanaman.
Dipelopori Jepang
Merekayasa bentuk buah pertama kali dipelopori petani buah semangka di Pulau Shikoku, Perfektur Kagawa, Jepang. Hasilnya adalah semangka berbentuk kotak. Semangka kotak diciptakan untuk memudahkan pengepakan dan pengiriman semangka, serta penyimpanan di dalam lemari es. Semangka kotak pertama kali dijual di Kota Tokyo dan Osaka pada tahun 2001. Pada waktu itu harganya 10.000 yen atau Rp1 juta per buah. Setelah semangka kotak, ada juga semangka berbentuk piramida dan hati.
Rekayasa bentuk buah juga terjadi pada buah pir dan labu. Kini, ada buah pir berbentuk Buddha dan labu berbentuk kepala Mickey Mouse. Pir berbentuk Buddha diciptakan oleh petani bernama Hao Xianzhang dari Desa Weixian, Provinsi Hebei. Sedangkan labu berbentuk Mickey Mouse ditanam di EPCOT Center di kawasan wisata Walt Disney World Resort di Florida, AS. Di Indonesia, rekayasa bentuk buah pertama kali dilakukan di Taman Buah Mekarsari. Hasilnya adalah melon berbentuk kotak.