berita detail

Mengenal Binjai, Kota Rambutan
Binjai - Sumatera Utara -  4-Feb-2010

Indonesia memiliki sejumlah daerah penghasil rambutan yang potensial. Tapi, tahukah kamu salah satu daerah yang secara khusus mendapat julukan sebagai Kota Rambutan? Ya, Kota Binjai di Provinsi Sumatra Utara (Sumut)! Kota ini sudah sejak lama dijuluki sebagai Kota Rambutan karena rambutan Binjai yang sangat terkenal.

Kota Binjai terletak di bagian utara Provinsi Sumut atau 22 kilometer di sebelah barat Kota Medan. Binjai berbatasan langsung dengan Kabupaten Langkat di sebelah barat dan utara, serta Kabupaten Deli Serdang di sebelah timur dan selatan. Secara administratif, Binjai terdiri dari 5 Kecamatan dan 37 Kelurahan dengan jumlah penduduk mencapai 232.236 jiwa (2004).

Berdasarkan cerita para leluhur mengenai sejarah Binjai, dikatakan bahwa Kota Binjai berasal dari sebuah kampung kecil yang terletak di pinggir Sungai Bingai. Upacara adat dalam rangka pembukaan Kampung tersebut diadakan di bawah sebatang pohon Binjai yang besar dan rindang serta tumbuh di pinggir Sungai Bingai.

Di sekitar pohon Binjai yang besar itulah kemudian dibangun beberapa rumah yang lama-kelamaan menjadi besar dan luas. Kawasan itu lalu berkembang menjadi bandar atau pelabuhan yang ramai didatangi oleh tongkang-tongkang dari Stabat, Tanjung Pura, dan Selat Malaka. Hingga akhirnya nama pohon Binjai tersebut melekat menjadi nama Kota Binjai.

Saat ini, Binjai termasuk salah satu daerah dalam proyek pembangunan Mebidang yang meliputi kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Binjai dan Medan dihubungkan jalan raya Lintas Sumatra yang menghubungkan Medan dan Banda Aceh. Karenanya, Binjai terletak di daerah strategis yang merupakan pintu gerbang Kota Medan jika ditinjau dari provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Rambutan Binjai

Nah, selain sebagai kota dagang, Binjai dikenal pula sebagai Kota Rambutan. Sebab, rambutan asal Kota Binjai atau sering disebut rambutan Binjai sudah lama terkenal memiliki rasa yang khas. Yakni daging buah yang empuk dan tebal, serta rasanya yang manis dan segar.

Saat ini, rambutan Binjai sudah dinikmati dan diakui sampai ke luar Pulau Sumatra. Karena saat musim panen tiba, banyak rambutan Binjai yang dikirim ke Pulau Jawa, Kalimantan, serta daerah lain di sekitar Sumut. Bibit rambutan Binjai pun telah tersebar dan dibudidayakan di berbagai tempat di Indonesia serta menjadi komoditas (barang dagangan) unggulan. Adapun luas areal perkebunan rambutan di Kota Binjai mencapai 425 hektare. Usaha perkebunan yang umumnya dilakukan oleh penduduk secara tradisional ini mampu menghasilkan sekitar 2.400 ton rambutan per tahun. Maka, tak heran bila di sepanjang jalan masuk Kota Binjai kita bisa menjumpai banyak sekali pedagang rambutan. Mereka berjualan di tempat-tempat yang telah dibangun oleh pemerintah setempat. Nah, jajaran pedagang rambutan inilah yang semakin memberi kenyamanan dan nuansa khas di Kota Binjai.


Liputan/penulis: ITA
Sumber: Redaksi

Kirim ke teman:
Nama kamu:

Judul:

Email kamu:

Email teman:
Pesan: