berita detail

Oriental Circus Indonesia seperti Sirkus Kaum Gips
Jakarta -  5-Jan-2010

Dari satu provinsi ke provinsi lain. Dari satu kota ke kota lain untuk menghibur sekaligus memberikan pemahaman tentang aneka satwa langka. Itulah yang dilakukan rombongan Oriental Circus Indonesia (OCI).

Seperti kaum gipsi, mereka pergi ke mana-mana untuk memperkenalkan aksi akrobat dan satwa-satwa langka melalui hiburan yang sehat dan mengandung unsur pendidikan. Sejak tahun 1967, hampir seluruh daerah di Indonesia sudah mereka datangi. Ada banyak ragam binatang langka yang sudah terlatih dalam menyuguhkan atraksi yang unik dan menarik pada setiap pertunjukan yang digelar. Tak hanya itu, pembawa acara dengan penuh semangat juga akan menjelaskan tentang riwayat binatang-binatang itu. Secara manajemen, rombongan sirkus yang kini terdiri sekitar 80 orang ini berada di bawah pengelolaan Koperasi Angkatan Udara. Sementara itu, pelatihan satwa dan para pemain akrobatnya, bekerja sama dengan Taman Safari Indonesia (TSI). Setiap pertunjukan, sedikitnya membawa 4 ekor gajah, 6 ekor harimau, 6 ekor anjing, 1 ekor simpanse dan burung kakaktua. Mereka melatih hewan-hewan itu menjadi lincah dan tangkas. Menurut ketua rombongan, Bapak Edi Efendi kepada BERANI, Minggu (3/1), jika hewan-hewan itu tua dan secara fisik tidak mampu lagi, mereka dikembalikan ke TSI. Hingga saat ini, OCI sudah mengalami berulang kali regenerasi baik dari bintang maupun binatang pertunjukannya. Pertunjukan Langka Saat ini, sirkus bisa dikatakan sebagai salah satu seni pertunjukan yang langka. Pertunjukan ini tak rutin ada dan bahkan tak mudah ditemui. Kalaupun ada, hanya melalui layar televisi atau video-video pertunjukan sirkus luar negeri yang sudah lama sekali diproduksinya. Hanya dengan melihat dari layar kaca, pertunjukan sirkus bisa dinikmati dari rumah. Keadaan inilah yang membuat para pengelola OCI sadar. Makanya, mereka terus memperbaiki kemasan agar sirkus menjadi lebih menarik dan bisa langsung dinikmati. Tidak tanggung-tanggung, mereka mendatangkan tenda berukuran raksasa yang mampu menampung 1.400 penonton. Tenda itu pun dilengkapi dengan pendingin ruangan sehingga menjadi sejuk.


Liputan/penulis: EVA
Sumber: Redaksi

Kirim ke teman:
Nama kamu:

Judul:

Email kamu:

Email teman:
Pesan: